Panduan Budidaya dan Pemberian Pakan untuk Ikan Lele – Budidaya ikan lele kini bukan lagi suatu hal yang asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Budidaya ikan yang satu ini dikenal cukup menguntungkan serta bisa dijadikan mata pencaharian yang tetap. Tak heran banyak orang yang membuka usaha budidaya ikan lele ini termasuk sudut hewan.

Bagi yang ingin memulai budidaya ikan lele, harus memerhatikan beberapa saran atau pedoman yang agar lebih yakin lagi melakukan usaha untuk budidaya tersebut. Sebelum memulai budidaya ikan ini, berikut hal penting yang perluuntuk diperhatikan:

Memahami Cara untuk Budidaya

Anda sebaiknya mempelajari secara lebih mendalam mengenai budidaya ini bukan hanya sekedartau dari teman. Tidak perlu bingung dan khawatir bagaimana cara untuk mempelajarinya karena Indonesia sudah mengenal ikan lele sejak abad ke-19. Ilmu bisa Anda dapatkan dari mana saja di wilayah Indonesia.

Mengetahui Potensi Pasar

Jika sudah memahami bagaimana cara budidaya disertai pemberian pakan untuk ikan lele kemudian selanjutnya Anda harus memahami bagaimana potensi pasar di sekitar linkungan Anda. Pasar yang membutuhkan ikan lele di Indonesia sendiri sangatlah luas. Pastikan kembali potensi pasar yang ada, untuk lokasi yang bisa dijangkau. Setelah itu baru Anda pikirkan berapa jumlah ikan yang akan dibesarkan untuk dijual nantinya.

Selain memahami cara dalam membudidayakan dan potensi pasar, hal lain yang tak kalah penting adalah ketepatan dalam memberikan pakan untuk ikan lele. Pakan merupakan salah satu komponen yang penting dan bermanfaat untuk sumber energi, pertumbuhan, memperbaiki sel-sel rusak, dan untuk perkembangbiakan atau reproduksi.

Pakan untuk pembesaran lele, untuk pertama kali digunakan sebagai sumber energi untuk keberlangsungan lele di dalam penangkaran. Saat energinya sudah terpenuhi, maka zat yang terkandung di dalam pakan digunakan agar dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Di saat kebutuhan untuk pertumbuhan ikan pun sudah terpenuhi dan masih ada sisa zat pakan, maka bisa digunakan untuk menunjang keberlangsungan proses reproduksi. Maka dari itu pakan untuk ikan lele harus memiliki jumlah zat dan nutrisi yang sesuai.

Akan tetapi bukan berarti harus memberikan jumlah yang banyak serta bernutrisi tinggi. Sebaiknya Anda lebih bijak dalam memberikan pakan. Pemberian dalam jumlah yang banyak tidak baik bagi kesehatan ikan dan malah menambah beban modal produksi.

Anda dapat menggunakan pakan buatan dari toko unggas. Atau, bisa pula dengan membuatnya sendiri dari berbagai macam bahan organic baik tumbuhan maupun hewani. Biasanya, bahan hewani yang sering digunakan dalam pembuatan pakan untuk pembesaran lele adalah tepung ikan, tepung tulang, minyak hati, dan minyak ikan.

 

Sementara, bahan yang digunakan dari tumbuh-tumbuhan seperti tepung daung, dedak halus, tepung kedelai, dan tepung jagung. Pakan buatan tentunya akan membutuhkan beberapa tambahan komponen seperti mineral vitamin (terutama jenis vitamin C) agar kandungan gizinya lebih lengkap.

Jika ingin memberikan jenis pakan pelet, maka perhatikan penggunaannya. Pelet di pasaran umumnya ada dua macam, yaitu pelet tenggelam dan terapung. Sebaiknya, Anda menggunakan jenis pellet yang terapung agar pemberiannya dapat lebih terkontrol. Jika pakan tidak dimakan maka akan terlihat terapung. Jika pakan telat diberikan maka ikan akan memiliki sifat kanibalisme.

Untuk dapat melengkapi gizi, maka pakan untuk ikan lele maka tidak hanya diberikan pakan pellet saja, tetapi juga diberikan tambahan misalnya cacahan keong mas, daging bekicot, ikan rucah, belatung, atau ayam tiren yang direbus ataupun dibakar terlebih dahulu. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here